Waktu berbuka puasa merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang berpuasa, bukan hanya berlaku ketika puasa Ramadhan saja, namun berlaku juga ketika puasa-puasa yang lainnya. Setiap orang yang berpuasa akan begitu gembira ketika datang waktu berbuka puasa. Dan ini merupakan sesuatu hal yang wajar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Orang yang menjalankan ibadah puasa memiliki dua kebahagiaan, ia bahagia dengan keduanya, ketika berbuka ia akan bahagia (dengan buka puasanya), dan ketika berjumpa dengan Rabbnya, ia akan bahagia dengan ibadah puasanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Doa Berbuka Puasa yang Benar dan Shahih
Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah haruslah doa-doa yang ada sumber dan contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena jika doa yang kita panjatkan tersebut tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bisa dipastikan doa itu akan tertolak. Karena setiap amalan yang tidak ada contoh dan tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah (contoh) dari kami maka ia tertolak.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Berkaitan dengan doa berbuka puasa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, yang mana beliau mengatakan bahwa, dahulu ketika berbuka puasa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ
“Dzahabadzh dzhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah”
[Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala akan tetap (diperoleh) insya Allah] (HR. Abu Dawud 2/306, dan juga yang lainnya, silakan lihat Shahih al-Jami’ 4/209)
Itulah doa buka puasa yang benar dan shahih, yang sesuai dengan contoh dari Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun doa berbuka puasa yang berasal dari hadits yang dha’if (lemah) maka hendaknya ditinggalkan, walaupun doa tersebut masyhur dan populer di kalangan masyarakat.
Doa Berbuka Puasa yang Berasal dari Hadits Dha’if (Lemah)
Salah satu contoh doa berbuka puasa yang pupuler di kalangan masyarakat namun berasal dari hadits yang dha’if (lemah) adalah doa yang berbunyi:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Allahumma lakashumtu, wa ‘alaa rizkika afthartu”
[Ya Allah, untukMu-lah aku berpuasa, dan atas berkat rezeki dariMu-lah aku berbuka]
Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini derajatnya dha’if atau lemah (silakan lihat dalam kitab Sunan Abi Dawud yang dita’liq oleh Syaikh al-Albani), maka dari itu tidak bisa kita jadikan sebagai amalan kita sehari-hari. Wallahu a’alam
Jakarta, 2 Ramadhan 1435H / 30 Juni 2014
Oleh: Mu’adz Mukhadasin
Artikel: www.muadz.com