Berkaitan dengan kewajiban puasa di bulan Ramadan, ada beberapa jenis atau golongan manusia, di antaranya adalah: 1. Muslim yang sudah balig, berakal, mukim (bukan musafir), mampu, dan bebas dari penghalang-penghalang puasa. Maka golongan manusia ini wajib menjalankan puasa Ramadan sesuai dengan ketentuan waktunya.2. Anak kecil, maka tidak wajib baginya puasa kecuali apabila sudah balig.3. Orang gila, yaitu orang yang kehilangan ...
Read More »Bolehkah Puasa Enam Hari Bulan Syawal sebelum Mengqadha Puasa Ramadan?
Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafidzahullah pernah ditanya: Wahai Syaikh -semoga Allah memberikan taufiq kepada Anda-, pertanyaan yang banyak ditanyakan, yaitu, apabila seorang wanita memiliki hutang puasa yang banyak di bulan Ramadan, apakah boleh baginya untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawal dulu (sebelum melunasi hutang-hutang puasanya-red) agar bulan Syawal tidak terlewat darinya? Beliau menjawab: Tidak boleh, dia wajib menyempurnakan dahulu (hutang puasa) Ramadannya. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari Syawal". Dia tidak dianggap berpuasa Ramadan (secara penuh) selama dia masih memiliki hutang puasa di bulan Ramadan.
Read More »Hukum Puasa di Bulan Muharram
Bulan Al-Muharram merupakan salah satu bulan yang Allah sucikan. Di dalamnya terdapat amalan-amalan yang memiliki pahal yang begitu besar. Salah satunya adalah puasa Asyura. Selain puasa Asyura, ternyata juga ada puasa yang lainnya yang dianjurkan dilakukan di bulan Al-Muharram. Bagaimanakah sebenarnya penjelasan mengenai hukum puasa di bulan Muharram? Temukan jawabannya di dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.
Read More »Doa Berbuka Puasa
Berkaitan dengan doa berbuka puasa, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, yang mana beliau mengatakan bahwa, dahulu ketika berbuka puasa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ "Dzahabadzh dzhama'u wabtalatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah" [Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala akan tetap (diperoleh) insya Allah] (HR. Abu Dawud 2/306, dan juga yang lainnya, silakan lihat Shahih al-Jami' 4/209) Itulah doa buka puasa yang benar dan shahih, yang sesuai dengan contoh dari Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun doa berbuka puasa yang berasal dari hadits yang dha'if (lemah) maka hendaknya diinggalkan, walaupun doa tersebut masyhur dan populer di kalangan masyarakat.
Read More »